Balikpapan – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Rendy S. Ismail  mrendy s. ismailenyatakan rencana pembangunan jalan pesisir pantai (coastal road) menjadi magnet tersendiri bagi para pemodal daam negeri maupun pemodal asing. Pihaknya mengaku banyak pihak yang ingin berinvestasi untuk pembangunan proyek senilai sekitar Rp. 4,5 triliun tersebut.

Diketahui, lelang coastal road akan dilakukan sekaligus dengan panjang jalan 8,5 kiometer. Sementara pembangunannya akan dilakukan bertahap. Coastal roadsendiriterbagi menjadi 4 bagian atau segmen. Untuk tahap pertama akan dibangun segmen ketiga yakni dari Kantor Imigrasi sampai simpang Gunung Malang sekitar 2,4 kilometer.

“Memang angka Rp 4,5 triliun itu bukan nominal yang kecil, tapi sepanjang itu menguntungkan, kenapa tidak. Yang akan dilihat oleh pengusaha tentunya adalah feasibility study-nya atau studi kelayakannya. Saya kira tetap saja akan banyak peminat melihat lokasinya yang memang prospektif,” ungkap Rendy.

Ia mengharapkan, pemkot segera mensosialisasikan mekanisme lelang nantinya seperti apa, juga proses pengelolaannya. “Apakah nanti akan dikelola oleh beberapa perusahaan kawasan seperti KIK, atau seperti apa. Masalah status lahan yang direklamasijuga harus jelas,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunaan Daerah (Bappeda) Suryanto mengakui beberapa investor meminta supaya lelang proyek dibagi menjadi beberapa segmen. “Ini supaya nominal lelang tidak terlalu besar. Namun, sejauh ini pegangan kita tetap untuk melelang secara keseluruhan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, nominal lelang yang disebutkan merupakan angka kasar. Termasuk khusus segmen 3 yang ditaksir Rp. 937 miliar. “Artinya pihak investor yang akan menghitung ulang berapa nilai investasinya. Dari situ nanti baru diketahui angka persisnya,” sambungnya.

Mengenai wacana pemkot bakal melakukan peminjaman dana, menurutnya hal tersebut masih jauh dan menjadi alternatif terakhir. “Kita masih berorientasi pada partisipasi pihak swasta. Termasuk pembangunan proyek lain seperti Terminal Angkutan Barang dan Gedung Parkir di bekas Gedung Nasional. Kalau pinjam dana itu adalah alternatif paling terakhir jika memang tidak ada sama sekali pihak swasta yang berminat,” tambahnya.

Keyakinan Suryanto bakal banyaknya investor yang tertarik juga bukan tanpa alasan. Konsep reklamasi atau pengurukan laut yang akan dilaksanakan sudah terencana dengan matang. “Reklamasi tidak menempel dengan daratan yang sudah ada melainkan dipisahkan oleh beberapa lagoon. Itulah yang nanti malah membantu melancarkan air dari kota menuju laut,” terangnya.

Bahkan, konsep reklamasi Balikpapan dijadikan percontohan dalam Peraturan Menteri (Permen) PU Nomor 40 tahun 2012, di mana setiap kota di Indonesia yang akan melakukan reklamasi, acuannya adalah site plan reklamasi milik kota Balikpapan. (*/rsh/tom/k5)

Dikutip dari : Kaltim Post