Indominco Dianggap Lari dari Tanggung Jawab

SANGATTA – Dukungan agar PT Indominco melakukan divestasi terus bergulir. Dan ternyata beberapa komponen masyarakat Kutai Timur (Kutim) sudah menemui Gubernur Kaltim Awang Faroek beberap waktu lalu. Membahas kepatutan perusahaan tambang untuk menyejahterakan warga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) secara maksimal.

Irwan, perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kutim mengatakan, Indominco yang notabene beroperasi di wilayah Kutim, seharusnya wajib melakukan divestasi, kendati sebelumnya magaku tidk harus memabgi sahamnya lantaran masuk di generasi kedua, hal tersebut sangat tidak tepat.

“Masalah kesejahteraan warga Kutim sudah kami laporkan ke Gubernur. Jujur kami juga masih dibuat bingung dengan adanya generasi kedua. Konkretnya seperti apa, kami belum bisa memahami,” kata Irwan. Ia juga mempermasalahkan Indominco yang berbasis dekat dengan Kecamatan Teluk Pandan tidak terlalu serius mengayomi beberap desa di sana.

Senada, pengurus Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) Kutim Jaya Az mengungkapkan, dengan bahasa adanya genersi pertama, kedua, dan seterusnya, warga Kutim merasa dibodohi dan seakan lari dari tanggungjawab sesuai PP Nomor 24 tahu 2012 terkait Minerba. Alasan adanya generasi kedua yang dianggap tidak wajib melakukan divestasi hanyalah bentuk akal-akalan perusahaan tambang agar tidak dilaksanakan divestasi.

Pengalihan saham sendiri sebenarnya secara substansial member dampak positif terhadap pengsuha lokal. Yang mana setiap penanaman modal asing harus disertakan pemerintah pusat hingga daerah. “Kami siap diikutsertakan jika divestasi terjadi. Dan saya tegaskan alas an Indominco sudah divestasi masih abu-abu,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada celah Indominco lari dari divestasi, dimana mereka sudah 10 tahun lebih menggarap lahan Kutim. Bahkan di Sangatta bentuk pembangunan melalui CSR mereka secara nyata belum Nampak sama sekali. “Kami prihatin. Jangan Cuma pas banjir saja kami kedapatan. Sejahtera tapi tidak bencana terus timbul. Syukurnya surat kami juga sudah masuk di DPRD, di sana akan terang terbuka,” paparnya.

Seperti diketahui, Assisten Vice President, External Relation PT. Indominco Madiri Nasution mengungkapkan, perusahaannya tida diwajibkan melakukan divestasi. Pasalnya ada perbedaan generasi antara perusahaan sekela PT. Kaltim Prima Coal (KPC) yang memang diharuskan melakukan divestasi.

“KPC memang wajib divestasi karena perusahaan generasi pertama. Sedangkan kami masuk di golongan generasi kedua yang tidak wajib divestasi. Yang masuk generasi pertama ada beberapa perusahaan termasuk KPC dan Arutmin.”

Dikutip dari : Kaltim Post