BALIKPAPAN – Pemilihan ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dalam Musyawarah Kota (Muskot) X Kadin Balikpapan yang digelar sejak Senin (4/1) malam hingga Selasa (5/1) sore, rupanya berakhir deadlock. Pemilihan ketua baru pun ditunda sampai waktu maksimal tiga bulan ke depan.

Ditundanya Muskot X ini dikarenakan muskot tidak korum. Dari 567 peserta, yang hadir hanya 283 peserta dan setelah dilakukan verifikasi keanggotaan ada tujuh yang dibatalkan jadi hanya menyisakan 560 peserta. Kalau menurut AD/ART Kadin, Muskot dapat dijalankan jika jumlah peserta setengahnya plus satu. Ditunda sampai waktu yang telah ditentukan selama 3 bulan,” kata Ketua Kadin Rendy S Ismail.

Muskot dipimpin oleh Ketua Kadin Balikpapan Rendy Ismail ini sejak awal  berlangsung panas. Rendy kerap kali dihujani interupsi oleh para peserta. Sesuai dengan agenda pleno Muskot Kadin baru akan menetapkan Jadwal acara, pembahasan tatib dan pemilihan pimpinan. Namun, situasi memanas dan dihujani interupsi, bahkan dua kali pimpinan sidang harus melakukan skorsing.

Persoalan muncul sejak Senin malam dan dilanjutkan pada pleno Selasa pagi dan siang. Masalah muncul dari pihak panitia Muskot yang mengizinkan perusahaan-perusahaan yang baru mendaftar menjadi peserta muskot dan langsung memiliki hak suara padahal mereka belum kantongi kartu tanda anggota (KTA).

Permasalahan KTA inilah yang jadi persoalan sehingga berujung pada permintaan penundaan sidang selama tiga bulan. Beberapa peserta yang hadir banyak yang tidak mempunyai KTA padahal mereka termasuk dalam anggota ada juga yang belum anggota

Persidangan yang dibuka kembali sekitar pukul 17.00 Wita itu, tinggal melaksanakan voting untuk menentukan dilanjutkan persidangan atau ditunda. Namun, hal itu masih dipertentangkan.  Kondisi ini bahkan membuat sejumlah aparat kepolisian berseragam masuk ke dalam sidang dan berjaga di pintu masuk muskot.

Dua calon ketua Kadin Joutje Rumambi dan Patman Parakkasi tampak tidak setuju kalau sidang ini harus ditunda. Mereka sempat menekan kalau Muskot X Kadin ini harus tetap berjalan.

Sementara itu, Ketua DPD Asita Kaltim Eddy Yusuf Assainar yang hadir dalam Muskot tersebut mengatakan kepada Kaltim Post kalau dia setuju dengan penundaan ini. Menurutnya, Muskot ini harus berjalan sesuai ADRT.

“Kalau ditunda kan mereka bisa melakukan verifikasi dengan jelas. Bahkan katanya, susunan panitia akan dirombak dan saya harap forum ini bisa berjalan dengan baik. Kepentingan masing-masing kelompok harusnya dihilangkan dan bermusyawarahlah dengan baik,” tutupnya. (*/aji/lhl/k15)