program kerja

Dasar Pemikiran

  • Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kadin
  • Muprov IV KADIN Kalimantan Timur
  • Rapat Pleno Dewan Pengurus KADIN Kalimantan Timur

Internal

  • Simpul Synergy : dengan adanya simpul “ sinergi” akan terciptakan kekuatan internal yang dapat menghadapi segala tantangan dari luar. Kekuatan ini harus dijabarkan secara formal sehingga mempunyai posisi tawar yang besar.
  • Development : Pembentukan potensi yang terdapat dari para anggota dan pengurus disesuaikan dengan kemampuan  masing-masing
  • Continous Improvement Management System (CIMS)

External

  • New Image :  Menciptakan nuasa baru yang berberbeda terhadap keberadaan Kadin,  kemandirian, solidaritas, profesional dan kredibel.
  • Vision : Memasyarakatkan VISI kadin sehingga lebih membumi da diterima oleh semua  kalangan

I. BUSINESS INFORMASI PROGRAM

Kadin eksis karena keberadaan anggota, untuk itu perlu diketahui secara akurat tentang anggota. Informasi yag diperlukan bukan hanya alamat, jenis usaha,tetapi lebih berdasarkan “POTENSI NYATA” yang dimiliki para anggota sebagai data base yang berguna bagi anggota itu sendiri dan Kadin secara umum.

Hal yang dilaksanakan adalah :

  1. Pembuatan Data Base
  2. Pembentukan Team Management Information System ( MIS )

    Team ini dibentuk secara formal, dimana jelas Job Description dan tanggung jawabnya. Tugas dari team ini terutama dalam penyusunan Standart Operation Procedure (SOP) termasuk pembuatan format dan formulir isian yang bersifat sangat rahasia, rahasia, umum.

  3. Pembentukan Electric Data Procesing Center (EDP Center)

    Jaringan EDP center ini mencakup seluruh cabang dan bisa berhubungan antar Kadin Kabupaten/Kota dan KADIN Kalimantan Timur secara langsung. EDP ini lebih mengarah pada hardware dan solfware yang dibutuhkan.

  4. Pembentukan website Kadin Kalimantan Timur

    Dengan dibuatnya website maka seluruh informasi tentang KADIN Kaltim akan dapat diperoleh pada jaingan internet seluruh dunia dan dari sini diharapkan terciptanya jaringan usaha yang lebih luas

  5. Pembentukan E Commerce

    Pada saat ini sudah saatnya para anggota dapat memanfaakan jaringan electronic sebagai alat untuk melakukan transaksi bisnis ke manca negara dan domestik.

II.  TASK FORCE PROGRAM (TFP)

Tujuan :menangani , membentuk aktivitas anggota secara spesifik,kasus per kasus, baik yang sedang terjadi, sedang dilaksanakan maupun rencana yang akan datang, tentang apa yang dibutuhkan oleh para anggota Kadin.

Fungsi    : Fasilitator penciptaan sinergi para anggota Kadin–Pemerintah-Perbankan-Perusahaan multi nasional.

Pengelompokan TFP :

    1. Expertise Supervisory.

    Khusus menangani kebutuhan tenaga ahli,dalam menangani beberapa aktivitas anggota.

    1. Project  Callaboration

    Menyelesaikan beberapa proyek dari anggota secara bersama-sama terutama proyek yang memerlukan penanganan khusus.

    1. Finace

    Menjembatani kebutuhan dana para anggota dengan lembaga keuangan yang ada baik dalam maupun luar negeri.

    1. Marketing.

    Menyiapkan marketing network baik dalam negeri maupun luar negeri yang berhubungan  dengan produk para anggota.

    1. Formalities problem solving.

    Membantu para angota mengenai perijinan yang diperlukan, dan juga menyiapkan segala sesuatunya yang menyangkut peratuan baru atau mengantisipasi adanya regulasi yang akan terbit.

    1. Standarisation.

    Mendorong para anggota untuk mengadakan standarisasi mutu dalam rangka peningkatan produktifitas dan effesiensi perusahaan,dengan ISO yang berlaku secara Inernasional.Hal ini juga dimaksud dalam rangka menyiapkan anggota untuk menghadapi pasar bebas.

      III.  PETA INDUSTRI
      Bersama Pemerintah daerah membuat peta industri yang bertitik tolak pada potensi sumber daya alam. Peta industri ini harus mencerminkan potensi unggulan daerah kabupaten/kota masing-masing.
      Pengelompokan Peta Industri :

      1. Potensi sumber daya alam
      2. Kelompok industri
      3. Jalur distribusi
      4. Daerah geografis

      Manfaat yang didapat :

      1. Memudahkan para anggota Kadin untuk membuka akses market
      2. Memudahkan mengkalkulasi harga pokok
      3. Memudahkan Informasi produk unggulan daerah
      4. Peran dari anggota Kadin akan lebih terasa oleh masyarakat umum dalam berfartisipasi menciptakan market baru
      5. Bagi pemerintah, membantu pemerintah merencanakan pembangunan infrastruktur yang lebih optimal

      IV.    BOARD OF INVESTMENT ( BOI)

      BOI : merupakan badan yang menangani prospek investasi di Kalimantan Timur. Yaitu :

      1. Synergi potensi anggota Kadin dan pelaku usaha di kalimantan Timur,
      2. Kemandirian yang solit tercermin dengan melaksanakan beberapa investasi
      3. dan pembinaan terhadap anggota kadin,
      4. Kadin tidak tergantung dari proyek pemerintah,
      5. Kadin menciptakan lapangan kerja dan pemerataan pembangunan.

      Tugas Utama BOI :
      Menganalisa seluruh kemungkinan investasi secara umum yang nantinya disesuaikan dengan potensi para anggota Kadin.

      Ruang Lingkup BOI :

      1. Identifikasi potensi utama dan potensi pendukung
      2. Konsep kerjasama dan organisasi’
      3. Investment plant, Formalities, Projeck Preparation
      4. Mediator dan Fasilitator antar anggota maupun pihak luar dalam rangka melaksanakan investasi
      uTujuan :

      menangani , membentuk aktivitas anggota secara spesifik,kasus per kasus, baik yang sedang terjadi, sedang dilaksanakan maupun rencana yang akan datang, tentang apa yang dibutuhkan oleh para anggota Kadin.

      uFungsi : Fasilitator penciptaan sinergi para anggota Kadinpemerintah- perbankan-perusahaan multi nasional
      uPengelompokan TFP :
      Expertise Supervisory
      Projeck Collaboration
      Finance
      Marketing
      Permision & Formalities Problem Solving
      Standarisasi